Dec
05
2012
Mengerti dan MILIKI Kasih BAPA
Kotbah Gembala

Berbicara “ Kasih BAPA “ tidak ada habis-habisnya , Bahkan seandainya laut sebagai tintanya dan langit sebagai kertasnya tidak akan cukup menceritakan tentang Kasih BAPA karena begitu agung dan mulia yang dinyatakan kepada manusia , Kali ini kita akan belajar salah satu kisah akan kebesaran Kasih BAPA Lewat perumpamaan dalam Lukas 15 : 11-32 .

Kisah ini disebut cerita pendek yang terbesar didunia , sebab dibawah “ HUKUM YAHUDI “ seorang Bapa tidak mudah begitu saja membagi-bagikan harta semasa ia sendiri masih hidup dan tidak bisa membagi hartanya semau-maunya sendiri . Hukum Yahudi mengharuskan anak sulung  menerima 2/3 harta orang tuanya dan yang muda hanya 1/3 saja . Ulangan 21 : 16 – 17 .

Kisah ini juga tidak lazim , Dimana seorang Bapa membagi-bagikan hartanya semasa ia masih hidup , seandainya ia mau mengundurkan diri dari usaha yang dikelolanyapun bagi hukum Yahudi hal tersebut tidak wajar , jadi kalau anak bungsu minta bagian harta semasa orang tuanya masih hidup itu gambaran sikap seorang anak yang tidak berperasaan , kejam dan kurang ajar ! Walau begitu toh Bapanya MENGABULKAN permintaan anak bungsunya yang kurang ajar tersebut ! Dengan berkata Bapa berikanlah bagian yang menjadi hakku ... . ay 12 .

Karena begitu besar KASIH BAPA seringkali mengabulkan keinginan , permintaan anaknya walau bisa mencelakaan hidupnya dengan harta ( berkat ) yang diterimanya , Misal perikop dalam Matius 7 : 7-11 yang sering digunakan umat Tuhan untuk berdoa kepada Tuhan  , tetapi tanpa menyadari permintaan ROTI dalam pandangannya ternyata akan menjadi BATU , permintaan DAGING ternyata akan menjadi ULAR yang bisa mencelakakan hidupnya .

BAPA memenuhi permintaan  anakNya walau bisa membahayakan adalah , agar ketika mengalami penderitaan saat JAUH dariNya membuatnya sadar diluar HADIRATNYA tidak ada kebahagiaan dan kembali lagi kepadaNya . Inilah kebesaran KASIH ALLAH !

Anak bungsu itu setelah menerima harta langsung PERGI meninggalkan Bapanya untuk berfoya-foya . . ay 13 . ini berbicara ;

  • Menjauh dari Bapa , menjauh dari persekutuan dengan Bapa / hadiratNya !
  • Meninggalkan Bapanya , meninggalkan tanggung jawabnya sebagai anak yang peduli akan pekerjaan dalam rumah , ( , Gereja / baitNya )

Akhirnya hartanya habis dan ia bekerja menjadi penjaga babi , Sedangkan dalam adat Yahudi  tidak boleh seorang Yahudi dekat kepada babi apalagi menjadi pekerja babi , sebab ada ayat yang mengatakan ; “ Haram makan atau menyentuh bangkai babi “  Imamat 11 : 7 . bahkan akhirnya anak bungsu tersebut makan makanan babi .

Tuhan Yesus menjelaskan SESUATU TERSEMBUNYI dalam diri umatNya sama seperti yang dimiliki anak bungsu itu ;

  1. Umat yang percaya Yesus sebagai juru selamatnya banyak yang memiliki pandangan hidup dalam kristus merasa sebagai ANAK yang punya HAK hanya , “ Untuk menikmati berkat Tuhan untuk kesenangan dan kepuasan dagingnya selama ada dalam dunia ini  “ , sedangkan PERSEKUTUAN dan KEWAJIBAN sebagai anak dirumah Bapa diabaikan ! Ini berbicara ;
  • Kebanyakan umat  tidak mengerti HATI BAPA ( pikiran , perasaan dan kehendakNya ) untuk hidup bisa jadi Berkat baik DALAM rumah Tuhan maupun DILUAR Rumah  .
  • Selama menjadi anak hanya mencari tahu bagaimana cara mendapatkan Berkat Tuhan , tetapi tanpa ikatan dan tanggung jawab sebagai BAGIAN anggota keluarga Allah  .

Sikap seperti itu jelas menyakiti hati BAPA karena sebagai anak tidak memiliki HATINYA  Karena hidup lebih mengutamakan kesenangan dan kepuasan dagingnya saja .

  • Dimasa sekarang gambaran umat yang tidak ada kerinduan untuk membangun hubungan intim dengan Bapanya lewat , doa , baca Alkitab , ibadah malas , Seandainya ibadah hanya rutinitas / kebiasaan saja tanpa mengalami perjumpaan dengan Kristus .

Sikap anak bungsu ini sebagai peringatan  bagi anak Tuhan dimasa sekarang cepat atau lambat kalau hidup diluar KEHENDAKNYA tidak peduli akan tanggung jawab sebagai anggota KELUARGA ALLAH hanya memikirkan kepentingan diri sendiri  ,  ia tidak akan mengalami kebahagiaan , sebaliknya akan mengalami penderitaan dan kesengsaraan !

  1. “ Ketika ia menyadari keadaannya anak bungsu tersebut punya keinginan untuk kembali kepada rumah Bapanya “ ayat 17 . Kembali kepada jati dirinya sebagai anak , punya kerinduan untuk dekat dengan Bapanya , menikmati hadirat dan kasihNya .
  • disinilah awal pemulihan hidup anak bungsu dari sengsara dan penderitaan , kepada pemulihan inilah awal anak bungsu kembali kepada JATI DIRINYA sendiri sebagai manusia ciptaan Allah yang mulia dan berguna bagi Kemuliaan namaNya !
  • karena  sadar akan panggilan dalam hidupnya , ia akan kembali mendekat kepada Tuhan dan mencari tahu apa kehendak Tuhan bagi hidupnya .
  • Anak Tuhan tersebut mulai  sadar hidup yang terindah hanya didalam KEHENDAKNYA bukan diluar Tuhan dengan segala kesenangannya dan kepuasan dagingnya sendiri .

Ketika manusia jauh dari Allah ia tidak akan tahu apa yang Tuhan rencanakan , yaitu diciptakan untuk kemuliaan namaNya , ( gambar dirinya tidak terbentuk ) setelah menyadari siapa dan bagaimana rencana Allah dalam dirinya ia pasti datang MENDEKAT kepadaNya agar jati dirinya DIPULIHKAN KEMBALI sehingga hidup bisa jadi Berkat !

  1. Anak bungsu tersebut ingat akan keadaan dirumahnya ketika masih bersama dengan Bapanya Dan ingat keadaan hamba-hamba dirumah bapanya kondisinya tidak menderita seperti dirinya , ia bertekad untuk pulang kembali dan berkata ; “ Aku telah berdosa terhadap sorga dan Bapa , aku tidak layak disebut anak Bapa “ ayat 18-19 .
  • Umat Tuhan yang menyadari hidup sesuai dengan jalan-jalan yang Tuhan tunjukkan ia pasti akan mengalami kesejahteraan hidup , selama ia belum menyadari maka ia akan hidup diluar ANUGRAHNYA dan ia akan hidup dalam penderitaan .
  • Umat Tuhan yang sadar akan keadaannya  , ia akan datang dengan perasaan RENDAH HATI  tidak lagi menuntut HAK melainkan memiliki sikap sebagai HAMBA menyadari tanggung jawabnya dan punya kesadaran asal bisa dekat Bapa ( menikmati hadiratNya ) ia akan tahu “ MELAYANI BUKAN SUATU BEBAN MELAINKAN KEHORMATAN “

Ketika umat Tuhan menyadari kondisi dirinya tidak seperti yang Tuhan rencanakan , seharusnya SADAR ada yang tidak BERES dalam JALAN HIDUPNYA , kesadaran inilah sebagai langkah awal untuk mengalami pemulihan segala sesuatu dalam hidupnya dan dengan RENDAH HATI  datang mendekat kepada Tuhan mohon pemulihan hidupnya !

  1. Ayahnya yang melihat kedatangan anak bungsunya ia berlari menyambut dan memeluk dan menciumnya dan berkata kepada hamba-hambanya untuk memberi jubah yang terbaik ,
  • Jubah lambang kehormatan sebagai anak Allah dipulihkan  kembali ,
  • Mengenakanlah cincin pada jarinya , cincin sebagai simbul kewenangan , otoritas , sama seperti cincin seorang Raja dimasa itu .
  • Sepatu pada kakinya sebagai simbul status anak , sebab hamba waktu itu tidak pakai sepatu .

Disini kita bisa MENGERTI  betapa besar KASIH Bapa bagi mereka yang mau berbalik dari jalan hidupnya yang salah ( hidup menurut pikirannya sendiri ) maka BAPA akan berlari menyambut dan memulihkan kembali hak-haknya sebagai ANAK !

  1. Bapa berkata lebih jauh kepada hamba-hambanya , ambillah anak lembu tambun untuk disembelih sebagai rasa suka cita dan syukur sebab anaknya  yang telah mati hidup kembali  , ia telah hilang dan didapat kembali .   ( kalimat ini diulang sampai  2 kali , ay 24 dan 32 )
  • “ Inilah gambaran suka cita BAPA “ yang sekian lama menunggu kembali anaknya yang terhilang karena TENGGELAM dalam kesenangan dagingnya dan mengalami penderitaan karena jauh darinya , dan ini juga gambaran bagi kita yang kepingin menyukakan HATI BAPA , carilah jiwa yang belum kenal kasih BAPA dan bawa kerumah BAPA !
  • “ Inilah pengampunan Bapa yang mencengangkan “ walau anaknya telah mempermalukan ( hidupnya jadi batu sandungan ) dan bersikap kurang ajar kepadanya , Bapa tetap mengampuni dosa dan kesalahannya dan menerima kembali . Mazmur 130 : 1- 4 , 1 Yohanes 1 : 9 .

Perumpamaan anak bungsu yang hilang ini mengajarkan banyak umat yang pergi menghilang dari rumah Bapa karena keinginan dagingnya sendiri yang mendorongnya , bukan salah Bapa yang merawatnya dengan kasih dan sayang .

Bapa dalam perumpamaan tersebut tidak MENCARI tetapi hanya MENUNGGU , karena sebelum kesadaran tersebut muncul dari diri anaknya akan sia-sia bapa membujuk untuk pulang apalagi saat hartanya masih banyak ! ( Tuhan tahu biasanya anak kalau dilarang semakin memberontak )

Sekarang kita melihat sisi  ANAK SULUNG dimasa itu merupakan gambaran orang parisi dan ahli Taurat yang berpikir orang berdosa layak dihukum dan dibinasakan , dimasa sekarang menggambarkan orang Kristen yang memiliki pengetahuan Alkitab cukup banyak , tetapi tidak MEMILIKI kepedulian kepada jiwa-jiwa yang akan binasa dalam kebinasaan kekal tanpa Kristus . Tidak memiliki persekutuan dengan Bapa yang intim sehingga tidak tahu pikiran , perasaan dan kehendak Bapa dalam hidupnya . Anak sulung ini juga masuk katagori ANAK TERHILANG tetapi DALAM RUMAH Bapanya !

Sikap dan perkataan anak sulung menunjukan bahwa selama menjadi anak Bapa ia merasa ;

  • Merupakan tahun-tahun penuh kewajiban dan beban , bukan pelayanan berdasarkan kasih dan hormat kepada Bapanya . ( gambaran umat yang walau sudah melayani pekerjaan Tuhan , tetapi tidak dengan kasih dan hormat kepada bapanya ) merasa jenuh dan bosan melayani !
  • Memiliki cara pandang hidup hanya minta perhatian dan penghargaan dari Bapa , sehingga ketika Bapanya begitu perhatian kepada adiknya ia menjadi marah , tidak memiliki  simpati , peduli kepada adiknya yang hilang dan kembali lagi , bisa dilihat saat berkata kepada Bapanya ; “ Anakmu kembali mengapa disambut dengan pesta pora sedangkan dirinya merasa selama ini bekerja dan sudah membantu pekerjaan tidak bisa berpesta bersama dengan teman-temanku . ( keinginan hatinya yang terdalam diungkapkan ) .
  • Ia sebetulnya memiliki pikiran–pikiran yang  jahat yang mungkin dilakukannya , yaitu saat ia menyinggung tentang pelacur-pelacur yang dituduhkan kepada adiknya . Setiap perkataan yang keluar sering mengungkapkan rahasia hatinya sendiri . ayat 30 .

Dengan sikap dan perasaan hati yang demikian sesungguhnya anak sulung ini walau ada didalam rumah BAPANYA ia sendiri TERHILANG , karena tidak tahu perasaan Bapanya , tidak mengerti kehendak dan KASIH BAPA yang begitu agung  akan jiwa-jiwa yang kembali lagi !

Perumpamaan Lukas 15 : 11 – 32  ini sedang mengajarkan kepada kita dimasa sekarang ANAK TERHILANG bukan hanya  yang pergi menjauh dari rumah Bapa saja tetapi juga mereka yang setia  dan tekun bekerja dalam rumah Bapa , Lewat perumpamaan ini  kita belajar MENGERTI  dan MEMILIKI kasih BAPA ;

  • Mengerti dan memiliki SUKA CITA sama yang dimiliki BAPA yaitu disaat ada Jiwa-jiwa hilang kembali lagi kejalan Tuhan ! ( sama seperti gembala menemukan domba dan perempuan yang menemukan kembali dirhamnya )
  • Mengerti dan memiliki HATI BAPA tidak hanya menuntut untuk Tuhan memenuhi keinginan hatinya , tetapi juga belas kasihan kepada mereka yang terhilang dan kembali lagi !
  • Mengerti dan memiliki KESADARAN sebagai anak yang peduli kerepotan pekerjaan BAPA ( pekerjaan dalam Rumah Tuhan ) Tidak seperti gambaran anak sulung yang merasa sudah ada didalam rumah ( kehendak Tuhan ) tetapi tidak memiliki KASIH dan PERASAAN BAPA karena tidak membangun hubungan yang INTIM dengan Bapa dan karena tidak mengerti perasaan Bapa peduli kepada jiwa yang bertobat ! Amin .